Selasa, 15 Agustus 2017

Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar



 D R A F T  P R O P O S A L
Nama              : RASMI
Stambuk         : 10120130017                                                                                   
Jurusan          : PAI(Pendidikan Agama Islam)
Judul              : Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pada dasarnya pendidikan memberikan kita pengetahuan bagaimana bersikap, bertutur kata dan mempelajari perkembangan sains yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk khalayak banyak. Oleh karena itu pendidikan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku atau tingka laku seseorang.
Hal ini dilakukan untuk mengembangkan manusia indonesia sesuai dengan fitrahnya untuk menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, demokratis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menguasai ilmu pengetahuan teknologi dan seni, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki keterampilan hidup yang berharkat dan bermanfaat, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan agar mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas. seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 bab 1 pasal 1 mengatakan:
            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlaq mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.[1]

Untuk mencapai hal tersebut, maka salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik adalah Pendidikan Agama Islam, dengan tujuan agar mampu membentuk perilaku peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Namun terkadang proses pendidikan tidaklah berjalan semestinya, terkadang ada penyimpangan-penyimpangan. Hal itu terjadi karena tidak adanya pembinaan secara terkontrol. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan terhadap para siswa, agar mampu meminimalisir adanya penyimpangan-penyimpangan pendidikan. Pembinaan etika bagi para siswa kiranya mampu meminimalisir adanya penyimpangan tersebut.
Pendekatan proses belajar, minat sangat erat hubungannya dengan prestasi, minat memegang peranan yang sangat penting dalam segala hal, karena dengan adanya minat seseorang, anak akan lebih bersemangat untuk melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan tanpa adanya paksaan. Dalam kamus besar bahas Indonesia bahasa Indonesia minat adalah perbuatan dan sebagaiannya yang berdasarkan pendirian, pendapat atau keyakinan.

“belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon”.[2]
            Sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989, meliputi pendidikan sekolah dan luar sekolah. Kemudian disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan landasan hukum secara komprehensif memberikan kerangka acuan bagi dikembangkan dan dilaksanakan sistem pendidikan untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.[3]
      Oleh karena itu, suatu hal yang tidak pernah berhenti untuk diperbincangkan dalam dunia pendidikan adalah meningkatkan mutu dalam proses pembelajaran, yang konsekuensinya diharapkan mampu mendongkrak minat dan prestasi belajar peserta didik.
      Pendidikan Islam adalah salah satu aspek dari sistem pendidikan Nasional dalam rangka peningkatan sumber daya manusia sebagai pelanjut pembangunan di berbagai aspek kehidupan. Untuk itu perlu mengadakan inovasi baik sarana maupun prasarana agar dapat meningkatkan potensi dan cara berpikir baru sesuai dengan laju pembangunan nasional.
      Disadari bahwa berhasil tidaknya usaha tersebut tergantung kepada adanya saling pengertian yang terjalin dalam bentuk kerja sama antara penanggun jawab pendidikan yakni tenaga pendidik, keluarga, masyarakat, dan pemerintah terutama dalam pencapaian tujuan pendidikan Islam. Tercapainya suatu keberhasilan dari proses pendidikan tentu sangat dipengaruhi oleh kesiapan pendidik dan peserta didik itu sendiri. Untuk mengetahui kesiapan peserta didik dapat dilihat dari minat belajar siswa itu sendiri. Adanya minat pada diri peserta didik dalam mempelajari suatu pelajaran akan membantu siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan belajarnya. Keberhasilan yang dicapai bukan hanya berupa nilai atau prestasi saja tetapi juga adanya perubahan tingkah laku pada peserta didik tersebut.
      Siswa berminat mata pelajaran Pendidikan Agama Islam maka ia akan tekun dan merasa senang mempelajarinya yang pada akhirnya prestasi yang dicapainya akan memuaskan, tidak hanya itu tetapi juga pengalaman dari isi Pendidikan Agama Islam yakni dalam bentuk perilaku atau akhlak yang baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
            Sekolah Dasar Inpres galangan Kapal IV Kecamatan Tallo salah satu bentuk pendidikan senantiasa memberikan sumbangsi dan kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia demi tercapainya tujuan pendidikan tersebut karena menyadari belajar adalah kewajiban bagi setiap manusia, khusunya umat Islam itu sendiri.
            Guru dituntut untuk menyampaikan bahan pelajaran haruslah berusaha menarik minat belajar peserta didik, agar peserta didik benar-benar memperhatikan dan mengikutinya, guru diharapkan mempergunakan segala potensi yang mendukung proses pembelajaran untuk menarik minat peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran, media pembelajaran, metode dan motivasi,serta lingkungan.
            Hasil wawancara penulis terhadap guru mata pelajaran PAI tentang minat belajar peserta didik di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar. Guru mata  PAI mengatakan rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam karena ketika diberi tugas siswa, dari 100% siswa yang diberi tugas untuk mengerjakan tugas hanya 30% yang mengerjakan tugas tersebut dari 100% tugas tersebut, tidak masuk kelas, dalam proses pembelajaran ada beberapa siswa seperti bermain, kurang semangat belajar, kurang aktif dalam proses pembelajaran. Dari keterangan petugas perpustakaan sekolah 100% siswa di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo hanya yang mengisih perpustakaan hanya 30% siswa. Berdasarkan informasi guru PAI terhadap hasil ulangan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo, ditetapkan nilai KKM yang harus di capai siswa ialah 72,  hanya yang mencapai nilai KKM 39% dan yang tidak mencapai nilai KKM 61%.
      Sehubungan hal tersebut diatas, maka Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV sebagai salah satu lembaga pendidikan formal di Kecamatan Tallo, perlu meningkatkan perannya dalam memenuhi dan menjawab tantangan terhadap pemahaman dan pengalaman ajaran agama Islam oleh peserta didik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul “ Minat Belajar Siswa Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo ”
B.     Rumusan dan Batasan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan permasalahan yang ditarik dari latar belakang terdahulu diantaranya :
1.    Bagaimana minat belajar terhadap pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo?
2.    Faktor-faktor apa yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo?
C.    Hipotesis
Berdasarkan uraian rumusan dan batasan masalah di atas, maka dirumuskalah hipotesis sebagai berikut :
1.    Minat belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam siswa di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo ini sangat rendah terlihat dari antusias siswa mengikuti pelajaran dan kegiatan keagamaan di luar sekolah.
2.    Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agam Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo di antaranya adalah metode yang digunakan guru, mata pelajaran dalam proses pembelajaran, pengaruh terhadap keluarga dan lingkungan peserta didik.
D.    Penegrtian Judul dan Defenisi Operasional
1.      Pengertian judul

Sebagai upaya untuk mendapatkan pengertian yang lebih jelas dan menghindari kesalahpahaman dalam memberikan interpretasi terhadap judul  ini, maka terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian istilah – istilah  yang digunakan dalam proposal ini sebagai berikut:
a.       Minat adalah kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri
seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang.[4]
b.      Belajar adalah perubahan tingka laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.[5] Sedangkan Habermas menurutnya “belajar baru akan terjadi jika terjadi antara individu dengan lingkungannya.[6]
c.       Pendidikan Agama Islam adalah “ usaha orang dewasa Muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan, serta perkembangan fitrah ( kemampuan dasar ) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangan.[7]
Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang berlokasi Jl. Butta-Butta Caddi No 8 Kecamatan Tallo Kota Makassar yang menjadi objek penelitian penulis.
2.      Defenisi Operasional
Dari pengertian kata-kata dalam judul proposal ini, maka dapat dipahami bahwa hal yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh tingkat belajar pada peserta didik terhadap pendidikan agama Islam dan faktor- faktor yang mepengaruhi di Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan Tallo.
E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Dalam rangka untuk mendapatkan data objektif tentang pengaruh minat belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV kecamatan Tallo yang diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh minat belajar terhadap pendidikan agama Islam dan faktor-faktor yang mendorong terhadap minat tersebut.
a.    Dapat mengetahui sejauh mana minat belajar siswa Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar terhadap Pendidikan Agama Islam.
b.    Dapat mengetahui kendala apa saja yang dihadapi oleh siswa yang kurang berminat terhadap Pendidikan Agama Islam.
Penulis sebagai mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Makassar jurusan pendidikan agama Islam, merasa punya tanggun jawab moral untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam Kecamatan Tallo Kota Makassar.
2.       Kegunaan Penelitian
Pada akhirnya penelitian ini di harapkan memberikan kontribusi pemikiran dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak mengetahui masalah yang penulisan ajukan.
c.       Kegunaan Teoritis
1.    Peneliti ini selain menambah  pengalaman dilapangan, juga dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. Khususnya bagi guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar.
2.    Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan memperoleh pengetahuan tentang minta belajar terhadap pendidikan agama Islam dan faktor- faktor apa yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar.
d.      Kegunaan Praktis
1.    Diharapkan penelitian ini dapat berguna untuk meningkatkan minat belajar pendidikan agama Islam  di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
2.    Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan wacana baru di Sekalah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
F.     Tinjauan Pustaka
1. Relevansi dengan penelitian sebelumnya
Berdasarkan penelusuran penulis dari berbagai referensi baik di perpustakaan maupun di toko-toko buku, maupun internet penulis temukan walaupun hanya sedikit hubungannya dengan judul yang penulis akan bahas. Oleh karena itu sebagai pertanggung jawaban ilmiah maka penulis akan mengemukakan karya dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh minat belajar pada peserta didik terhadap pendidikan agama Islam dan faktor- faktor yang mepengaruhi di Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan Tallo yang ditulis oleh beberapa peneliti sebelumnya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Uttoko yang berjudul Pengaruh Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri, penelitian dengan menggunakan analisis regresi satu prediktor menunjukkan Minat belajar PAI siswa dalam kategori baik, terbukti dengan nilai rata-rata yang diperoleh 61.36 dengan nilai terendah 41 dan nilai tertinggi 74, Akhlak siswa dalam kategori baik, terbukti dengan nilai rata-rata 64.07 dengan nilai terendah 51 dan nilai tertinggi 77, Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh positif minat belajar PAI terhadap akhlak siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri. Hal ini ditunjukkan dari analisis uji hipotesis diperoleh harga Freg= 17.34 dengan derajat kebebasan pembilang V1 = 1 dan V2= 43, maka: Freg = 17.34 > Ftabel 5% = 4,07 (Signifikan) dan Freg= 17.34 > Ftabel 1% = 7,27 (Signifikan).[8]
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Abu Dzar yang berjudul Hasil Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ) ”.[9] Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pengaruh minat belajar terhadap prestasi pendidikan agama Islam pada siswa kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta tahun ajaran 2005/2006” . Hipotesis yang diajukan dalam penulisan skripsi ini adalah “ada pengaruh minat belajar terhadap prestasi pendidikan agama Islam pada siswa kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta tahun ajaran 2005/2006”. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan subjek siswa kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta tahun ajaran 2005/2006. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan untuk menganalisis data penulis menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil dari analisis data diperoleh diperoleh rxy sebesar 0,833. Kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment dengan N = 30 pada taraf signifikansi 1% diperoleh bobot r tabel = 463 dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh bobot r tabel = 361. Melihat hal tersebut, dimana nilai rxy hitung baik pada taraf signifikansi 1% maupun 5% ternyata lebih besar dari r tabel, maka hipotesis yang penulis ajukan yaitu : ‘‘Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta’’ diterima. Bahwa korelasi pengaruh minat belajar dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam adalah korelasi yang tergolong tinggi.
Berdasarkan kedua penelitian di atas, pada dasarnya membahas mengenai Pengaruh Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri dan Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ). Penelitian tersebut berbeda dengan penelitian yang penulis teliti terutama subjek, ruang lingkup pembahasan, dan waktu pelaksanaan. Penulis  meneliti mengenai Minat belajar siswa terhadap Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
2. Landasan Teori
a.      Pengertian Minat
Dilihat dari pengertian Etimologi, minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu;gairah;keingnan.[10] Sedangkan menurut terminologi minat berarti:
1)   Minat adalah keinginan yang terus menerus untuk memperhatikan atau melakukan sesuatu. Minat dapat menimbulkan semangat dalam melakukan kegiatan agar tujuan dari pada kegiatan tersebut dapat tercapai. Dan semangat yang ada itu merupakan modal utama bagi setiap individu untuk malakukan suatu kegiatan.[11]
2)   Minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. Minat juga menetukan suatu sikap yang meyebabkan seseorang berbuat aktif dalam suatu pekerjaan. Dengan kata lain minat dapat menjadi sebab dari suatu kegiatan.[12]
3)   Minat adalah kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang.[13]
Berpijak dari definisi di atas dapatlah ditarik kesimpulan, yaitu:
a.         Minat menekankan pemusatan perhatian untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan kegiatan tersebut.
b.        Minat adalah dorongan dari dalam diri yang membuat seseorang aktif dalam kegiatan di lingkunagn sekitarnya.
c.         Minat adalah kecenderungan jiwa yang aktif.
b.   Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu usaha manusia yang senantiasa dilakukan sepanjang hayat hidupnya. Dalam hal ini sering kali di dijumpai adanya perbedaan-perbedaan antar suatu ahli dengan ahli lainya, hal ini disebabkan karena perbedaan pemahaman mereka terhadap belajar berdasarkan terori.
1.      Torndike, menyatakan bahwa :
Belajar adalah perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud kongkrit yaitu dapat diamati atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.[14]

            Pengertian belajar yang disebutkan di atas adalah merupakan perubahan kegiatan yang mencakup tingkah laku yang dapat diamati dan tidak dapat diamati, namun ia tidak dapat menjelaskan bagaimana cara mengukur tingkah laku-tingkah laku yang tidak dapat diamati.
2.      Semanto berpendapat bahwa :
Belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.[15]
            Berdasarkan pengertian di atas belajar merupakan perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru bisa disebut belajar.
            Timbulnya perbedaan pendapat para ahli tentang belajar itu adalah fenomena yang wajar karena mereka melihat dari sudut pandang yang berbeada, namun beberapa hal mereka sepakat seperti dalam penggunaan istilah berubah dan tingkah laku.
            Bertitik tolak dari pengertian di atas secara umum. Pada hakikatnya belajar menunjuk perubahan dalam tingkah laku  si subjek dalam situasi tertentu berkat pengalamannya dan perubahan tingkah laku tersebut dapat dimati dan tidak dapat diamati.
c.       Faktor-Faktor Yang Mendorong Minat Belajar
Untuk mendorong terciptanya minat belajar pada diri peserta didik beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain :
1.      Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari individu ( sebagai input ) yang meliputi :
a.       Faktor fsiologis yang meliputi kondisi jasmani, fungsi alat indra, saraf sentral, dan sebagainya.
b.      Faktor psikologis yang meliputi minat, motivasi, emosi, intelegensi, bakat dan sebagainya.[16]
2.      Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang meliputi :
a.       Faktor sosial/lingkngan, yaitu pola asuh dalam keluarga, dukungan dari sekitar individu, kehadiran seseorang secara langsung ataupun representasinya ( kehadiran hanya dalam pikiran/tidak nyata ), misalnya bila teringat orang calon istrinya maka motivasi menyelesaikan skripsinya meningkat.
b.      Faktor instrumental, yaitu faktor yang meliputi perlengkapan belajar, ruang belajar, ventilasi, penerangan, cuaca, materi yang diberikan, peraturan-peraturan yang mengikat dalam proses belajar ( misalnya norma masyarakat, aturan dalam sekolah, sistem pendidikan ), dan sabagianya.[17]
Dari semua faktor tersebut, faktor internal dan eksternal merupaka subjek belajar yang akan mempengaruhi keberhasilan belajar.
   Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Minat Siswa dalam Belajar  Menurut Carl Safran ( dalam Daud 1989:88).
1Faktor Pendukung
Ketertarikan siswa untuk mengikuti mata pelajaran tentunya didukung oleh beberapa faktor yaitu;
a)   Minat Belajar (Perhatian).
Perhatian adalah keaktifan meningkatkan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang di titik beratkan pemusatannya kepada suatu barang, Baik di dalam maupun di luar diri kita, semua persoalan hidup meskipun hanya kecil saja pasti dapat dipecahkan dengan perhatian. Siswa yang besar minatnya, diiringi oleh bakat yang cukup serta intelegensi yang memadai biasanya bersifat aktif, kreatif dalam mengembangkan dirinya, baik melalui pengalaman manis maupun melalui pengalaman pahit.
b)   Bakat (Kemampuan)
Menurut Sunarto, dkk (2002:76) bakat adalah sebagi kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seseorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia ( 1991:65) mengatakan bahwa "bakat " adalah potensi kecakapan yang dibawa sejak lahir. Dari pengertian tersebut memberikan gambaran bahwa bakat adalah salah satu faktor psikologis yang dibawa sejak lahir, adalah potensi yang mungkin untuk berkembang kesatu anak. Faktor bakat merupakan faktor yang sangat mempengaruhi ketertarikan siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas yang dimiliki siswa.
c)   Tempat/Ruangan
Faktor tempat tentunya menjadi salah satu alasan bagi siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut, misalnya fasilitas yang ada di dalam ruangan tersebut lengkap sehingga siswa dapat belajar dengan baik.
  2Faktor Penghambat
Siswa yang kurang berminat untuk mengikuti pelajaran bahasa Jawa itu dapat  disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
a) Kondisi Fisik (jasmani)
Kondisi fisik sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar yang dapat  dicapai oleh seorang siswa. Fisik yang lemah atau kurang sehat yang mungkin disebabkan oleh kekurangan gizi serta sebab-sebab lain akan ikut mempengaruhi prestasi belajar siswa.
b) Keadaan Fungsi-Fungsi Fisik Tertentu.
Seperti alat peraba, faktor ini tidak kurang pula pentingnya dalam proses belajar, karena apabila alat peraba kurang berfungsi, maka dapat menimbulkan siswa kurang mampu bekerja dan belajar menggunakan alat motoriknya, sementara dalam pendidikan dituntut tiga aspek, yakni; pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
c) Lingkungan Sekolah.
Faktor-faktor ini terdiri atas metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan murid, relasi murid dengan murid lainnya, disiplin sekolah, alat pelajaran. Siswa yang terisolir dari pergaulan sekolah biasanya akan mengalami perasaan minder dan merasa rendah diri, sehingga terlambat megikuti pelajaran dan prestasi belajarnya pun menurun.
d) Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat penting bagi perkembangan dan peningkatan kepribadian seorang anak. Lingkungan keluarga juga berpengaruh terhadap aspirasi, motivasi, minat dan sikap anak.Dukungan dari orang-orang yang ada di sekitar khususnya keluarga merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam upaya pengembangan keterampilan dan kreativitas.[18]
c.         Indikator Minat
Ada beberapa indikator minat yang dapat dikenali atau dilihat melalui proses belajar di kelas, di antaranya:
1.    Keinginan
Keinginan adalah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Kalau dorongan sudah menuju ke arah tujuan tertentu yang nyata (dorongan keras yang terarah pada suatu objek) maka nafsu disebut keinginan.[19]
Siswa yang berminat terhadap pelajaran pendidikan agama Islam, maka ia akan memilki rasa keinginan yang tinggi untuk terus belajar pendidikan agama Islam dan berusaha lebih giat untuk dapat menguasai dan memahami materi pelajaran pendidikan agama Islam.
2.    Perasaan Senang
Perasaan termasuk gejala jiwa yang dimiliki oleh setiap orang, hanya corak dan tingkah lakunya saja yang berbeda. Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang, oleh sebab itu perasaan antara satu orang dengan orang lain terhadap hal yang sama pastilah berbeda-beda.[20]
Perasaan merupakan faktor psikis non intelektual, yang khusus berpengaruh terhadap semangat belajar. Jika seorang siswa mengadakan penilaian yang agak spontan melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di sekolah, dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif maka akan timbul perasaan senang di hatinya, akan tetapi jika penilaiannya negatif maka timbul perasaan tidak senang.
Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran maka ia akan memiliki perasaan senang terhadap pelajaran maupun guru mata pelajaran tersebut. Siswa yang berminat pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, ia akan senang mempelajarinya dan mengikuti pelajaran tersebut dengan penuh antusias tanpa ada beban ataupun paksaan dalam dirinya.
3.    Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal mata pelajaran.[21] Pengetahuan yang dimaksud di sini yaitu yang berkaitan dengan seberapa besar tingkat pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran tertentu. Semakin besar pengetahuan yang dimiliki siswa maka semakin besar pula minatnya untuk mempelajarinya.
Untuk mengetahui minat siswa pada suatu pelajaran tertentu maka dapat dilihat dari pengetahuan yang dimilikinya. Siswa yang berminat terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam, maka pengetahuan tentang pelajaran tersebut akan lebih luas dibanding siswa yang kurang atau tidak berminat terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena siswa tersebut mengetahui manfaat yang ia dapat dari belajar pendidikan agama Islam itu sendiri serta ia dapat lebih memahami materi-materi yang disampaikan oleh gurunya.
4.    Kebiasaan
Kebiasaan adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya.[22] Siswa yang mempunyai kebiasaan belajar pendidikan agama Islam maka siswa tersebut akan selalu mengulangi pelajaran agamanya di rumah seperti membaca buku-buku agama yang ada kaitannya dengan materi agama dan juga kebiasaan mengerjakan tugas pelajaran agama (PR) di rumah.
5.    Perhatian
Perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitsa[23]
Ada bermacam-macam perhatian, di antaranya:
a.    Perhatian spontan, perhatian disengaja, dan perhatian habitual
Perhatian spontan adalah perhatian yang tidak disengaja atau tidak didorong kemauna. Perhatian disengaja adalah perhatian yang timbulnya didorong oleh kemauan karena adanya tujuan tertentu. Perhatian habitual adalah kecenderungan individu untuk memusatkan perhatian yang lain ketika berintraksi dengan dunia sekelilingnya.
b.    Perhatian statis dan dinamis
Perhatian statis adalah perhatian yang tetap terhadap suatu objek, perhatian dinamis adalah perhatian yang mudah berubah intensitasnya dan mudah berpindah sasaran
c.    Perhatian konsentratif dan distributif
Perhatian konsentratif (memusat) adalah perhatian hanya ditujukan kepada sutu objek tertentu, perhatian distributif adalah (perhatian terpancar) adalah perhatian tertuju pada lingkup objek yang luas dan tertuju kepada bermacam-macam objek.[24]
Perhatian merupakan suatu aktivitas jiwa yang bertugas selektif terhadap rangsangan-rangsangan yang sampai pada peserta didik. Perhatian sangatlah penting dalam proses pembelajaran dan sangat berpengaruh terhadap minat siswa dalam belajar. Siswa yang mempunyai perhatian dalam belajar, jiwa dan pikirannya akan terfokus dengan apa yang dipelajarinya. Guru dapat memperhatikan siswa- siswa mana yang paling memperhatikan selama pelajaran berlangsung, sehingga dapat diketahui tingkat minat siswa terhadap pelajaran tersebut. Siswa yang berminat pada pelajaran pendidikan agama Islam maka ia akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya.
d.        Pengertian Pendidikan Agama Islam
           Dalam bahasa Indonesia, istilah pendidikan berasal dari kata “`didik”dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “an”, mengandung arti “perbuatan”(hal, cara atau sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasaYunani “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian ditejemahkan dalam bahasa Inggris “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan.[25]
        Sementara Pendidikan Agama Islam menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan jasmani-rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.[26]
        Sedangkan dalam bukunya Muhaimin dkk. Disebutkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubngan kerukunan antara umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasioanl.[27]
          Dari beberapa pengertian pendidikan agama Islam diatas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan pendidikan agama Islam adalah suatu proses bimbingan dan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik mencapai kedewasaan dan mengamalkan ajaran agama Islam berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam firman-Nya Q.S. Al-An’aam, 6:155
وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـَبارَكٌ فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْن
Terjemahannya:
          ‘Dan Al-Qur’an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat.’[28]
Menurut Muhammad Faud Abdul Baqi Ayat di atas tidak menyebut secara tegas bahwa Allah Al-Qur’an ini banyak berkah dan manfaat. Kedudukannya agun karena mengandung kemaslahatan bagi agama dan dunia. Untuk itu, amalkan kandungannya. Jangan menyalahi dan mendustakannya. Dengan demikian kalian pasti mendapat rahmat, ridha dan surga Allah.[29]
G.    Metode Penelitian  
1)   Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah deskriptif, kuantitatif, menggambarkan dan menginterpresentasikan sesuai data yang diproleh, kemudian juga menggunakan frekuensi guna perhitungan hasil angket yang disebarkan kepada responden.
2)   Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakasanaka Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamtan Tallo. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian di sekolah ini karena Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallon merupakan salah satu sekolah yang cukup banyak prestasi yang dicapai baik tingkat daerah maupun nasional.
3)   Fokus Penelitian
Fokus penelitian yang penulis akan teliti adalah Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar kelas V a,b dan VI a,b mata pelajaran pendidikan agama Islam.
4)   Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilya generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[30] Menurut Suharsimi Arikunto populasi adalah kesuluruhan subjek atau objek penelitian.[31]
 Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek/objek itu.
5)   Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tesebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang pelajari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel diambil dari populasi harus betul-betul refresentatif ( mewakili ).[32]
Menurut Suharsimi Arikunto sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.[33]
Populasi siswa siswi Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo kelas V ab dan kelas VI ab bejumlah 117 orang, karena terbatasnya populasi, maka penulis menggunakan cara sensus. Cara sensus yaitu cara mengumpulkan  data  dari  populasi  dengan  mengambil seluruh anggota populasi itu untuk diambil datanya. Sehingga penulis mengambil sampel sebanyak populasi yang ada yakni berjumlah 72  orang.
Tabel 1
Sampel SD Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo
Kelas
Jumlah Siswa
Sampel
6 ab
70
50
5 ab
47
22
4 ab
57
-
3 ab
78
-
2 ab
57
-
1 abc
82
-
Jumlah
392
72

6)   Metode Pengumpulan Data
     Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan proposal ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.       Penelitian kepustakaan ( libray research ) yaitu penulis membaca buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.      Penelitian lapangan ( field research ) yaitu penulis mengadakan penelitian langsung ke objek sasaran penelitian. Adapun untuk memperoleh data-data lapangan, penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
1.    Observasi
      Menurut Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biolagis dan psikhologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.[34]
      Observasi adalah suatu cara pengumpulan data langsung dengan mengamati secara langsung kegiantan pembelajaran di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
Observasi dilakukan oleh peneliti secara langsung yaitu dengan mengamati keadaan Se kolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo dan kegiatan pembelajaran PAI Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo khususnya yang berkaitan dengan minat siswa terhadap pelajaran PAI.
2.    Wawancara
Menurut Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun menggunakan dengan telepon.[35]
Wawancara yaitu cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara secara langsung dengan responden untuk memperoleh informasi mengenai minat belajar PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo serta informasi lain disekitar pembahasan penelitian. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan yang akan di ajukan yang meliputi:
a.    Bagaimana minat siswa terhadap mata pelajaran PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar?
b.    Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya minat belajar siswa terhadap PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal VI Kecamatan Tallo Makassar ?
c.    Metode  apa saja yang di lakukan guru Pendidikan Agama Islam untuk menarik minat belajar siswa di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar ?
Adapun yang akan di wawancarai adalah:
1. Kepala Sekola Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
2. Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Pendidikan Agama Islam Makassar
3. Siswa-siswi di Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
4. Guru-guru kelas
3.    Angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 151) menjelaskan angket adalah sejumlah pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia kutahui.[36]
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan denga cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabanya.[37] Adapun angket ini disebarkan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
        Angket bertujuan untuk memperoleh data mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, penulis menggunakan angket tertutup dimana penulis memberikan pertanyaan yang disertai jumlah arternatif jawaban yang disediakan.
Tabel 2
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Tentang Minat Belajar PAI
Variabe Penelitian
Dimensi
Indokator
Nomor Butir soal
Minta Belajar PAI
Keinginan
-Kemauan siswa untuk belajar pendidikan agama islam
-Keinginan untuk menguasai materi
1, 2

3, 4

Perasaan Senang
-Senang terhadap mata pelajaran PAI
-Memiliki buku pegangan
5, 6

7, 8

Pengetahuan
-Memahami Materi pelajaran
-Menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan
9, 10
11, 12

Kebiasaan
-Mengulangi pelajaran dirumah
-Membaca buku-buku agama setiap hari
13, 14

15, 16

Perhatian
-mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru
-Mengajukan pertanyaan
17, 18


19, 20

7)   Metode Pengolahan dan Analisis Data
a.    Metode pengolahan data
Untuk mengelola data dalam penulisan ini, penulis melakukan langkah-langkah berikut:
1.    Editing yaitu memeriksa kelengkapan dan kejelasan angket/kuisioner yang berhasil dikumpulkan.
2.    Scoring yaitu tahap pemberian skor terhadap butir-butir pernyataan yang terdapat dalam angket/kuisioner. Dalam setiap pernyataan dalam angket terdapat 4 butir jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju, harus dipilih oleh responden. Maka penulis melakukan perhitungan skor rata-ratanya denga ketentuan sebagai berikut:
a.    Untuk jawaban yang pernyataannya positif, skornya:
Sangat Setuju (SS)                : 4
Setuju (S)                              : 3
Tidak Setuju (TS)                  : 2
Sangat Tidak Setuju (STS     : 1[38]
3.    Tabulating yaitu setelah diketahui setiap indikatornya, maka seluruh data tersebut ditabulasikan dalam sebuah tabel untuk kemudian diketahui perhitungannya.
           b. Analisis Data
Teknik analisis data ialah suatu proses penyederhanaan data dalam bentuk yang mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Dalam proses seringkali digunakan statistik. Salah satu fungsi statistik adalah menyederhanakan data penelitian yang besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan mudah untuk dipahami.
          Data yang berasal dari kepustakaan digunakan sebagai rumusan teori yang dijadikan pedoman penulis untuk penelitian lapangan. Sedangkan data yang berasal dari penelitian lapangan, disebarkan melalui angket kepada siswa untuk minat belajar siswa terhadap pelajaran PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
Teknik analisis data penelitian ini disesuaikan dengan tujuan yang akan    dicapai. Adapun    data    yang    terkumpul    dianalisis  dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, data tersebut dirinci dalam bentuk angka-angka yang dituangkan dalam tabel melalui distribusi frekuensi dengan memberikan prosentase. Sedangkan secara kualitatif, data tersebut dituangkan dengan kalimat- kalimat logis. Dalam hal ini penulis menggunakan rumus sebagai berikut:
1.         Pentabelan data yaitu dengan memasukkan data ke dalam tabel yang berisikan nomor urut, kolom alternative jawaban, dan kolom frekuensi jawaban (P).
2.         Mencari frekuensi jawaban (F) dengan cara menjumlah setiap jawaban.
3.         Mencari prosentase dengan rumus sebagai berikut:

                   p =

Keterangan Rumus :
P = Prosentase untuk setiap alternatif jawaban
F = Frekuensi/jumlah yang mengisi
N = Jumlah responden

Setelah didapat hasil prosentase dari angket yang disebarkan kepada siswa, maka akan menentukan kategori penilaian dari hasil penelitian tersebut, penulis merumuskannya sebagai berikut:

Tabel 3
Kategori Penilaian
No.
Prosentase
Penafsiran
1
100 %
Seluruhnya
2
90 % - 99 %
Hampir seluruhnya
3
60 % - 89 %
Sebagian besar
4
51 % - 59 %
Lebih dari setengah
5
50 %
Setengahnya
6
40 % - 49 %
Hampir setengahnya
7
20 % - 39 %
Sebagian kecil
8
10 % - 19 %
Sedikit
9
0,1 % - 9 %
Sedikit sekali
10
0 %
Tidak ada sama sekali

Selanjutnya,  untuk  mengetahui  minat  belajar  siswa di Sekolah Dasar Ipres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo terhadap Pendidikan Agama Islam, maka penulis menghitung nilai rata-rata minat belajar dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Mx = Σx
N
Keterangan:
Mx      =  Mean (rata-rata) yang dicari
Σx       =  Jumlah dari skor-skor (nilai-nilai) yang ada
  N       =  Number of cases (Banyaknya skor-skor itu  sendiri)[39]
Kemudian penulis menentukan  kategori penilaian minat   belajar
tersebut, di antaranya:
20 – 40            : Minat rendah
41 – 60            : Minat sedang
61 – 80            : Minat tinggi








DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, Cet. 14; Jakarta : PT Cipta, 2010.
Budiningsih C.Asri, Belajar dan Pembelajaran Cet. 2; Jakarta : PT  Rineka Cipta, 2015.

Baqi Abdul Faud Muhammad, Tafsir Tematis Ayat-Ayat Al-Qur’an Alhakim, Cet. I; Surabaya: Halimjaya, 2012.

Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.).
Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian, akarta:Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI, 1997.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an Kemenag, Jakarta Timur; Lajnah Petashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag, 2016.

Dzar Abu Muhammad, Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ).
Farid Hasyim H. Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Cet. I; Malang : Madani, 2015.

Hamid Dedi, Sistem Pendidikan Nasional ( Jakarta : Lembaga Konsultasi dan  dan  Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.)

Mahfud S., Pengantar Psikologi Pedidikan, Cet. 4; Surabaya: PT. Bina Ilmu, 2001.

Sulistyorini, Muhammad Fathurrohman, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Teras, 2012.

Sumanto,  Psikologi Umum, Cet. I;Yogyakarta: PT Buku Seru, 2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. 18; Bandung : Alfabeta, 2013.
Sudijono Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.

Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Jakart: PT Gramedia, 2015.
Uttoko, Pengaruh Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri 2013.

http://digilib.uinsby.ac.id/7788/6/bab%203.pdf. Diakse pada tanggal 3 November 2016.









[1] Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Cet. IV; Jakarta: Sinar Grafika, 2010), h. 2.

[2] C.Asri Budiningsih, Belajar dan Pembelajaran (Cet. 2; Jakarta : PT  Rineka Cipta, 2015), h.20.
[3] Dedi Hamid, Sistem Pendidikan Nasional ( Jakarta : Lembaga Konsultasi dan  Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.), h.1.
[4] Muhammad Fathurrohman, Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Teras, 2012), h.173.

[5] Sumanto,  Psikologi Umum ( Cet. I;Yogyakarta: PT Buku Seru, 2014 ), h.82.

[6] C.Asri  Budiningsih, op.cit., h.73.

[7] Hasyim H. Farid Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Cet. I; Malang : Madani, 2015 ), h. 49.
[8] Uttoko, Pengaruh Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri ( 2013 )

[9] Muhammad Abu Dzar, Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ).

[10] Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (Jakart: PT Gramedia, 2015), h. 916.

[11] Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian, (Jakarta:Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI, 1997), h. 6.

[12] Mahfud S., Pengantar Psikologi Pedidikan, (Cet. 4; Surabaya: PT. Bina Ilmu, 2001), h. 92

[13] Muhammad Fathurrohman, op.cit., h. 173.

[14]C.Asri  Budiningsih, op.cit., h. 21.

[15] Sumanto, op.cit., h. 82.
[16] Ibid., h. 83.
[17] Ibid., h. 84.
[19] Sumanto, op.cit., h.155.

[20] Ibid., h. 149.
[22] Sumanto, op.cit., h. 154.

[23] Ibid., h. 158.
[24] Ibid., h. 160.

[25] http://digilib.uinsby.ac.id/7788/6/bab%203.pdf. Diakse pada tanggal 3 November 2016.

[26] Hasyim H. Farid, op.cit., h. 49.

[27] Ibid., h. 49.

[28] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Kemenag, (Jakarta Timur; Lajnah Petashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag, 2016), h. 149.

[29] Muhammad Faud Abdul Baqi, Tafsir Tematis Ayat-Ayat Al-Qur’an Alhakim, (Cet. I; Surabaya: Halimjaya, 2012 ), h. 31.
[30] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan ( Cet. 18; Bandung : Alfabeta, 2013 ), h. 117.

[31] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian ( Cet. 14; Jakarta : PT Cipta, 2010 ), h. 173.

[32] Sugiyono, op.cit. 118.

[33] Suharsimi Arikunto, op.cit. 174.
[34]Ibid ., h. 203.

[35] Sugiyono, op.cit. h. 194.

[36]Ibid., h. 198.

[37] Ibid., h. 199.
[38] Ibid., h. 136.
[39] Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 85