D R A F T P R O P O S A L
Nama : RASMI
Stambuk : 10120130017
Jurusan : PAI(Pendidikan Agama Islam)
Judul : Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Pendidikan Agama Islam Di
Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
A.
Latar
Belakang Masalah
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pada dasarnya pendidikan memberikan kita
pengetahuan bagaimana bersikap, bertutur kata dan mempelajari perkembangan
sains yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk khalayak banyak. Oleh karena
itu pendidikan memberi pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku atau tingka
laku seseorang.
Hal
ini dilakukan untuk mengembangkan manusia indonesia sesuai dengan fitrahnya
untuk menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, demokratis, menjunjung tinggi hak asasi manusia, menguasai
ilmu pengetahuan teknologi dan seni, memiliki kesehatan jasmani dan rohani,
memiliki keterampilan hidup yang berharkat dan bermanfaat, memiliki kepribadian
yang mantap dan mandiri serta memiliki tanggung jawab kemasyarakatan dan
kebangsaan agar mampu mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas. seperti yang
tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 bab 1 pasal 1
mengatakan:
Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, ahlaq mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan Negara.[1]
Untuk mencapai
hal tersebut, maka salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta
didik adalah Pendidikan Agama Islam, dengan tujuan agar mampu membentuk
perilaku peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
serta berakhlak mulia. Namun terkadang proses pendidikan tidaklah berjalan
semestinya, terkadang ada penyimpangan-penyimpangan. Hal itu terjadi karena
tidak adanya pembinaan secara terkontrol. Oleh karena itu perlu adanya
pembinaan terhadap para siswa, agar mampu meminimalisir adanya
penyimpangan-penyimpangan pendidikan. Pembinaan etika bagi para siswa kiranya
mampu meminimalisir adanya penyimpangan tersebut.
Pendekatan proses belajar, minat sangat erat hubungannya
dengan prestasi, minat memegang peranan yang sangat penting dalam segala hal,
karena dengan adanya minat seseorang, anak akan lebih bersemangat untuk
melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan tanpa adanya paksaan. Dalam kamus
besar bahas Indonesia bahasa Indonesia
minat adalah perbuatan dan sebagaiannya yang berdasarkan pendirian, pendapat
atau keyakinan.
“belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya
interaksi antara stimulus dan respon”.[2]
Sistem pendidikan
nasional yang tertuang dalam undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989, meliputi
pendidikan sekolah dan luar sekolah. Kemudian disempurnakan dengan Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, merupakan landasan
hukum secara komprehensif memberikan kerangka acuan bagi dikembangkan dan
dilaksanakan sistem pendidikan untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi
tantangan masa depan.[3]
Oleh karena itu, suatu
hal yang tidak pernah berhenti untuk diperbincangkan dalam dunia pendidikan
adalah meningkatkan mutu dalam proses pembelajaran, yang konsekuensinya
diharapkan mampu mendongkrak minat dan prestasi belajar peserta didik.
Pendidikan Islam adalah
salah satu aspek dari sistem pendidikan Nasional dalam rangka peningkatan
sumber daya manusia sebagai pelanjut pembangunan di berbagai aspek kehidupan.
Untuk itu perlu mengadakan inovasi baik sarana maupun prasarana agar dapat
meningkatkan potensi dan cara berpikir baru sesuai dengan laju pembangunan
nasional.
Disadari bahwa berhasil
tidaknya usaha tersebut tergantung kepada adanya saling pengertian yang
terjalin dalam bentuk kerja sama antara penanggun jawab pendidikan yakni tenaga
pendidik, keluarga, masyarakat, dan pemerintah terutama dalam pencapaian tujuan
pendidikan Islam. Tercapainya suatu keberhasilan dari proses pendidikan tentu
sangat dipengaruhi oleh kesiapan pendidik dan peserta didik itu sendiri. Untuk
mengetahui kesiapan peserta didik dapat dilihat dari minat belajar siswa itu
sendiri. Adanya minat pada diri peserta didik dalam mempelajari suatu pelajaran
akan membantu siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan belajarnya.
Keberhasilan yang dicapai bukan hanya berupa nilai atau prestasi saja tetapi
juga adanya perubahan tingkah laku pada peserta didik tersebut.
Siswa berminat mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam maka ia akan tekun dan merasa senang
mempelajarinya yang pada akhirnya prestasi yang dicapainya akan memuaskan,
tidak hanya itu tetapi juga pengalaman dari isi Pendidikan Agama Islam yakni
dalam bentuk perilaku atau akhlak yang baik diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Sekolah Dasar
Inpres galangan Kapal IV Kecamatan Tallo salah satu bentuk pendidikan senantiasa
memberikan sumbangsi dan kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia demi
tercapainya tujuan pendidikan tersebut karena menyadari belajar adalah
kewajiban bagi setiap manusia, khusunya umat Islam itu sendiri.
Guru dituntut untuk
menyampaikan bahan pelajaran haruslah berusaha menarik minat belajar peserta
didik, agar peserta didik benar-benar memperhatikan dan mengikutinya, guru
diharapkan mempergunakan segala potensi yang mendukung proses pembelajaran
untuk menarik minat peserta didik yang mengikuti strategi pembelajaran, media
pembelajaran, metode dan motivasi,serta lingkungan.
Hasil wawancara penulis terhadap guru mata pelajaran PAI
tentang minat belajar peserta didik di Sekolah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar. Guru mata PAI mengatakan rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam karena
ketika diberi tugas siswa, dari 100% siswa yang diberi tugas untuk mengerjakan
tugas hanya 30% yang mengerjakan tugas tersebut dari 100% tugas tersebut, tidak
masuk kelas, dalam proses pembelajaran ada beberapa siswa seperti bermain,
kurang semangat belajar, kurang aktif dalam proses pembelajaran. Dari
keterangan petugas perpustakaan sekolah 100% siswa di Sekolah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo hanya yang mengisih perpustakaan hanya 30%
siswa. Berdasarkan informasi guru PAI terhadap hasil ulangan
proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo, ditetapkan nilai KKM yang harus di
capai siswa ialah 72, hanya yang
mencapai nilai KKM 39% dan yang tidak mencapai nilai KKM 61%.
Sehubungan hal tersebut
diatas, maka Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV sebagai salah satu lembaga
pendidikan formal di Kecamatan Tallo, perlu meningkatkan perannya dalam
memenuhi dan menjawab tantangan terhadap pemahaman dan pengalaman ajaran agama
Islam oleh peserta didik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan mengangkat judul “ Minat Belajar Siswa Terhadap
Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan
Tallo ”
B.
Rumusan
dan Batasan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan permasalahan yang ditarik dari latar
belakang terdahulu diantaranya :
1.
Bagaimana
minat belajar terhadap pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan
Kapal IV Kecamatan Tallo?
2.
Faktor-faktor
apa yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar
Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo?
C.
Hipotesis
Berdasarkan uraian rumusan dan batasan masalah di
atas, maka dirumuskalah hipotesis sebagai berikut :
1.
Minat belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam siswa di Sekolah Dasar
Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo ini sangat rendah terlihat dari antusias
siswa mengikuti pelajaran dan kegiatan keagamaan di luar sekolah.
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agam Islam di
Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo di antaranya adalah
metode yang digunakan guru, mata pelajaran dalam proses pembelajaran, pengaruh
terhadap keluarga dan lingkungan peserta didik.
D. Penegrtian Judul dan Defenisi
Operasional
1.
Pengertian
judul
Sebagai upaya
untuk mendapatkan pengertian yang lebih jelas dan menghindari kesalahpahaman
dalam memberikan interpretasi terhadap judul
ini, maka terlebih dahulu penulis akan mengemukakan pengertian istilah –
istilah yang digunakan dalam proposal
ini sebagai berikut:
a.
Minat adalah
kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri
seseorang
dan biasanya disertai dengan perasaan senang.[4]
b.
Belajar
adalah perubahan tingka laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.[5]
Sedangkan Habermas menurutnya “belajar baru akan terjadi jika terjadi antara
individu dengan lingkungannya.[6]
c.
Pendidikan
Agama Islam adalah “ usaha orang dewasa Muslim yang bertaqwa secara sadar
mengarahkan dan membimbing pertumbuhan, serta perkembangan fitrah ( kemampuan
dasar ) anak didik melalui ajaran Islam kearah titik maksimal pertumbuhan dan
perkembangan.[7]
Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV adalah salah satu lembaga
pendidikan formal yang berlokasi Jl. Butta-Butta Caddi No 8 Kecamatan Tallo
Kota Makassar yang menjadi objek penelitian penulis.
2.
Defenisi
Operasional
Dari pengertian kata-kata dalam judul proposal ini, maka dapat
dipahami bahwa hal yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh
tingkat belajar pada peserta didik terhadap pendidikan agama Islam dan faktor-
faktor yang mepengaruhi di Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan
Tallo.
E.
Tujuan
dan Kegunaan Penelitian
1.
Tujuan
Penelitian
Dalam rangka untuk mendapatkan data objektif tentang pengaruh minat
belajar siswa terhadap pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan
Kapal IV kecamatan Tallo yang diharapkan dapat memberikan gambaran tentang
pengaruh minat belajar terhadap pendidikan agama Islam dan faktor-faktor yang
mendorong terhadap minat tersebut.
a.
Dapat mengetahui sejauh
mana minat belajar
siswa Sekolah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar terhadap Pendidikan Agama Islam.
b.
Dapat mengetahui kendala
apa saja yang dihadapi oleh siswa yang kurang
berminat terhadap Pendidikan Agama Islam.
Penulis sebagai mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Makassar
jurusan pendidikan agama Islam, merasa punya tanggun jawab moral untuk
memberikan kontribusi pemikiran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya
pendidikan agama Islam Kecamatan Tallo Kota Makassar.
2.
Kegunaan Penelitian
Pada akhirnya penelitian ini di harapkan memberikan kontribusi
pemikiran dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak mengetahui masalah yang
penulisan ajukan.
c.
Kegunaan
Teoritis
1.
Peneliti
ini selain menambah pengalaman
dilapangan, juga dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa yang
akan datang. Khususnya bagi guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar.
2.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan memperoleh
pengetahuan tentang minta belajar terhadap pendidikan agama Islam dan faktor-
faktor apa yang mempengaruhi minat belajar pendidikan agama Islam di Sekolah
Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar.
d.
Kegunaan
Praktis
1.
Diharapkan
penelitian ini dapat berguna untuk meningkatkan minat belajar pendidikan agama
Islam di Sekolah Dasar Inpres Galangan
Kapal IV Kecamatan Tallo.
2.
Penelitian
ini diharapkan berguna sebagai bahan wacana baru di Sekalah Dasar Inpres
Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
F.
Tinjauan
Pustaka
1. Relevansi dengan penelitian sebelumnya
Berdasarkan
penelusuran penulis dari berbagai referensi baik di perpustakaan maupun di
toko-toko buku, maupun internet penulis temukan walaupun hanya sedikit
hubungannya dengan judul yang penulis akan bahas. Oleh karena itu
sebagai pertanggung jawaban ilmiah maka penulis akan mengemukakan karya dan
hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh minat belajar pada peserta
didik terhadap pendidikan agama Islam dan faktor- faktor yang mepengaruhi di
Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan Tallo yang ditulis oleh
beberapa peneliti sebelumnya.
Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Uttoko yang berjudul Pengaruh Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap
Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri, penelitian
dengan menggunakan analisis regresi satu prediktor menunjukkan Minat
belajar PAI siswa dalam kategori baik, terbukti dengan nilai rata-rata yang
diperoleh 61.36 dengan nilai terendah 41 dan nilai tertinggi 74, Akhlak siswa
dalam kategori baik, terbukti dengan nilai rata-rata 64.07 dengan nilai terendah
51 dan nilai tertinggi 77, Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada
pengaruh positif minat belajar PAI terhadap akhlak siswa SMP Negeri 3 Bulukerto
Wonogiri. Hal ini ditunjukkan dari analisis uji hipotesis diperoleh harga Freg=
17.34 dengan derajat kebebasan pembilang V1 = 1 dan V2= 43, maka: Freg = 17.34
> Ftabel 5% = 4,07 (Signifikan) dan Freg= 17.34 > Ftabel 1% = 7,27
(Signifikan).[8]
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Abu Dzar yang berjudul Hasil “ Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada
Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ) ”.[9]
Dalam penelitiannya
menyebutkan bahwa pengaruh minat
belajar terhadap prestasi pendidikan agama Islam pada siswa kelas 5 SD Al
Irsyad Surakarta tahun ajaran 2005/2006” . Hipotesis yang diajukan dalam
penulisan skripsi ini adalah “ada pengaruh minat belajar terhadap prestasi pendidikan
agama Islam pada siswa kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta tahun ajaran 2005/2006”.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif
kuantitatif dengan subjek siswa kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta tahun ajaran
2005/2006. Adapun teknik pengumpulan data adalah melalui wawancara, dokumentasi
dan observasi. Sedangkan untuk menganalisis data penulis menggunakan rumus korelasi
product moment. Hasil dari analisis data diperoleh diperoleh rxy sebesar
0,833. Kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment dengan N = 30
pada taraf signifikansi 1% diperoleh bobot r tabel = 463 dan pada taraf
signifikansi 5% diperoleh bobot r tabel = 361. Melihat hal tersebut, dimana
nilai rxy hitung baik pada taraf signifikansi 1% maupun 5% ternyata lebih besar
dari r tabel, maka hipotesis yang penulis ajukan yaitu : ‘‘Pengaruh Minat Belajar
Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas 5 SD Al Irsyad Surakarta’’
diterima. Bahwa korelasi pengaruh minat belajar dan prestasi belajar Pendidikan
Agama Islam adalah korelasi yang tergolong tinggi.
Berdasarkan kedua penelitian di atas, pada dasarnya membahas
mengenai Pengaruh Minat Belajar Pendidikan
Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri dan Pengaruh
Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi
Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ). Penelitian tersebut berbeda dengan
penelitian yang penulis teliti terutama subjek,
ruang lingkup pembahasan, dan waktu pelaksanaan. Penulis
meneliti mengenai Minat belajar siswa terhadap Pendidikan Agama
Islam siswa di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
2. Landasan Teori
a. Pengertian Minat
Dilihat
dari pengertian Etimologi, minat berarti kecenderungan hati yang tinggi
terhadap sesuatu;gairah;keingnan.[10]
Sedangkan menurut terminologi minat berarti:
1)
Minat
adalah keinginan yang terus menerus untuk memperhatikan atau melakukan sesuatu.
Minat dapat menimbulkan semangat dalam melakukan kegiatan agar tujuan dari pada
kegiatan tersebut dapat tercapai. Dan semangat yang ada itu merupakan modal
utama bagi setiap individu untuk malakukan suatu kegiatan.[11]
2)
Minat
adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. Minat juga menetukan
suatu sikap yang meyebabkan seseorang berbuat aktif dalam suatu pekerjaan. Dengan
kata lain minat dapat menjadi sebab dari suatu kegiatan.[12]
3)
Minat
adalah kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri seseorang dan
biasanya disertai dengan perasaan senang.[13]
Berpijak dari
definisi di atas dapatlah ditarik kesimpulan, yaitu:
a.
Minat
menekankan pemusatan perhatian untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan
kegiatan tersebut.
b.
Minat
adalah dorongan dari dalam diri yang membuat seseorang aktif dalam kegiatan di
lingkunagn sekitarnya.
c.
Minat
adalah kecenderungan jiwa yang aktif.
b. Pengertian Belajar
Belajar
adalah suatu usaha manusia yang senantiasa dilakukan sepanjang hayat hidupnya.
Dalam hal ini sering kali di dijumpai adanya perbedaan-perbedaan antar suatu
ahli dengan ahli lainya, hal ini disebabkan karena perbedaan pemahaman mereka
terhadap belajar berdasarkan terori.
1.
Torndike,
menyatakan bahwa :
Belajar adalah
perubahan tingkah laku akibat dari kegiatan belajar itu dapat berwujud kongkrit
yaitu dapat diamati atau tidak kongkrit yaitu yang tidak dapat diamati.[14]
Pengertian belajar yang disebutkan
di atas adalah merupakan perubahan kegiatan yang mencakup tingkah laku yang
dapat diamati dan tidak dapat diamati, namun ia tidak dapat menjelaskan
bagaimana cara mengukur tingkah laku-tingkah laku yang tidak dapat diamati.
2.
Semanto
berpendapat bahwa :
Belajar adalah
perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya pengalaman.[15]
Berdasarkan pengertian di atas
belajar merupakan perubahan yang ditimbulkan oleh pengalaman tersebut baru bisa
disebut belajar.
Timbulnya perbedaan pendapat para
ahli tentang belajar itu adalah fenomena yang wajar karena mereka melihat dari
sudut pandang yang berbeada, namun beberapa hal mereka sepakat seperti dalam
penggunaan istilah berubah dan tingkah laku.
Bertitik tolak dari pengertian di
atas secara umum. Pada hakikatnya belajar menunjuk perubahan dalam tingkah
laku si subjek dalam situasi tertentu
berkat pengalamannya dan perubahan tingkah laku tersebut dapat dimati dan tidak
dapat diamati.
c.
Faktor-Faktor
Yang Mendorong Minat Belajar
Untuk mendorong
terciptanya minat belajar pada diri peserta didik beberapa faktor yang perlu
diperhatikan antara lain :
1.
Faktor
Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari individu ( sebagai input
) yang meliputi :
a.
Faktor
fsiologis yang meliputi kondisi jasmani, fungsi alat indra, saraf sentral, dan
sebagainya.
b.
Faktor
psikologis yang meliputi minat, motivasi, emosi, intelegensi, bakat dan
sebagainya.[16]
2.
Faktor
eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang
meliputi :
a.
Faktor
sosial/lingkngan, yaitu pola asuh dalam keluarga, dukungan dari sekitar
individu, kehadiran seseorang secara langsung ataupun representasinya (
kehadiran hanya dalam pikiran/tidak nyata ), misalnya bila teringat orang calon
istrinya maka motivasi menyelesaikan skripsinya meningkat.
b.
Faktor
instrumental, yaitu faktor yang meliputi perlengkapan belajar, ruang belajar,
ventilasi, penerangan, cuaca, materi yang diberikan, peraturan-peraturan yang
mengikat dalam proses belajar ( misalnya norma masyarakat, aturan dalam
sekolah, sistem pendidikan ), dan sabagianya.[17]
Dari semua
faktor tersebut, faktor internal dan eksternal merupaka subjek belajar yang
akan mempengaruhi keberhasilan belajar.
Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Minat Siswa dalam Belajar Menurut Carl Safran ( dalam Daud 1989:88).
1) Faktor Pendukung
Ketertarikan siswa
untuk mengikuti mata pelajaran tentunya didukung oleh beberapa faktor yaitu;
a) Minat Belajar (Perhatian).
Perhatian adalah
keaktifan meningkatkan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang di titik beratkan
pemusatannya kepada suatu barang, Baik di dalam maupun di luar diri kita, semua
persoalan hidup meskipun hanya kecil saja pasti dapat dipecahkan dengan
perhatian. Siswa yang besar minatnya, diiringi oleh bakat yang cukup serta
intelegensi yang memadai biasanya bersifat aktif, kreatif dalam mengembangkan
dirinya, baik melalui pengalaman manis maupun melalui pengalaman pahit.
b) Bakat (Kemampuan)
Menurut Sunarto, dkk
(2002:76) bakat adalah sebagi kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh
seseorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan
itu dapat berkembang dengan baik. Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (
1991:65) mengatakan bahwa "bakat " adalah potensi kecakapan yang
dibawa sejak lahir. Dari pengertian tersebut memberikan gambaran bahwa bakat
adalah salah satu faktor psikologis yang dibawa sejak lahir, adalah potensi
yang mungkin untuk berkembang kesatu anak. Faktor bakat merupakan faktor yang
sangat mempengaruhi ketertarikan siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Jawa,
diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat
dan kreativitas yang dimiliki siswa.
c) Tempat/Ruangan
Faktor tempat tentunya
menjadi salah satu alasan bagi siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut,
misalnya fasilitas yang ada di dalam ruangan tersebut lengkap sehingga siswa
dapat belajar dengan baik.
2) Faktor Penghambat
Siswa yang kurang
berminat untuk mengikuti pelajaran bahasa Jawa itu dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
a) Kondisi Fisik (jasmani)
Kondisi fisik sangat
besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar yang dapat dicapai oleh seorang siswa. Fisik yang lemah
atau kurang sehat yang mungkin disebabkan oleh kekurangan gizi serta
sebab-sebab lain akan ikut mempengaruhi prestasi belajar siswa.
b) Keadaan Fungsi-Fungsi Fisik Tertentu.
Seperti alat peraba,
faktor ini tidak kurang pula pentingnya dalam proses belajar, karena apabila
alat peraba kurang berfungsi, maka dapat menimbulkan siswa kurang mampu bekerja
dan belajar menggunakan alat motoriknya, sementara dalam pendidikan dituntut
tiga aspek, yakni; pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
c) Lingkungan Sekolah.
Faktor-faktor ini
terdiri atas metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan murid, relasi murid
dengan murid lainnya, disiplin sekolah, alat pelajaran. Siswa yang terisolir
dari pergaulan sekolah biasanya akan mengalami perasaan minder dan merasa
rendah diri, sehingga terlambat megikuti pelajaran dan prestasi belajarnya pun
menurun.
d) Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat penting bagi
perkembangan dan peningkatan kepribadian seorang anak. Lingkungan keluarga juga
berpengaruh terhadap aspirasi, motivasi, minat dan sikap anak.Dukungan dari
orang-orang yang ada di sekitar khususnya keluarga merupakan faktor yang sangat
berpengaruh dalam upaya pengembangan keterampilan dan kreativitas.[18]
c.
Indikator
Minat
Ada
beberapa indikator minat yang dapat dikenali atau dilihat melalui proses
belajar di kelas, di antaranya:
1.
Keinginan
Keinginan
adalah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan
tujuan tertentu. Kalau dorongan sudah menuju ke arah tujuan tertentu yang nyata
(dorongan keras yang terarah pada suatu objek) maka nafsu disebut keinginan.[19]
Siswa
yang berminat terhadap pelajaran pendidikan agama Islam, maka ia akan memilki
rasa keinginan yang tinggi untuk terus belajar pendidikan agama Islam dan
berusaha lebih giat untuk dapat menguasai dan memahami materi pelajaran
pendidikan agama Islam.
2.
Perasaan Senang
Perasaan
termasuk gejala jiwa yang dimiliki oleh setiap orang, hanya corak dan tingkah
lakunya saja yang berbeda. Perasaan lebih erat hubungannya dengan
pribadi seseorang, oleh sebab itu perasaan antara satu orang dengan orang
lain terhadap hal yang sama pastilah berbeda-beda.[20]
Perasaan
merupakan faktor psikis non intelektual, yang khusus berpengaruh terhadap
semangat belajar. Jika seorang siswa
mengadakan penilaian yang agak spontan
melalui perasaannya tentang pengalaman belajar di sekolah, dan penilaian itu menghasilkan penilaian yang positif
maka akan timbul perasaan senang di hatinya, akan tetapi jika penilaiannya
negatif maka timbul perasaan tidak senang.
Siswa
yang berminat terhadap suatu mata pelajaran maka ia akan memiliki perasaan senang terhadap pelajaran maupun guru
mata pelajaran tersebut. Siswa yang berminat pada pelajaran Pendidikan Agama Islam,
ia akan senang
mempelajarinya dan mengikuti pelajaran tersebut dengan penuh antusias tanpa ada beban ataupun paksaan dalam dirinya.
3.
Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala
sesuatu yang diketahui, segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal mata
pelajaran.[21] Pengetahuan yang
dimaksud di sini yaitu yang berkaitan dengan seberapa
besar tingkat pengetahuan siswa terhadap mata pelajaran tertentu. Semakin besar
pengetahuan yang dimiliki siswa maka semakin besar pula minatnya untuk
mempelajarinya.
Untuk
mengetahui minat siswa pada suatu pelajaran tertentu maka dapat dilihat
dari pengetahuan yang dimilikinya. Siswa yang berminat terhadap pelajaran Pendidikan
Agama Islam, maka pengetahuan tentang pelajaran tersebut
akan lebih luas
dibanding siswa yang kurang
atau tidak berminat terhadap pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena siswa
tersebut mengetahui manfaat yang ia dapat dari belajar pendidikan agama Islam itu sendiri serta ia dapat lebih memahami materi-materi yang disampaikan oleh
gurunya.
4.
Kebiasaan
Kebiasaan adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan
seolah-olah berjalan dengan sendirinya.[22] Siswa yang
mempunyai kebiasaan belajar pendidikan agama Islam maka siswa tersebut akan
selalu mengulangi pelajaran agamanya di rumah
seperti membaca buku-buku
agama yang ada kaitannya dengan materi agama dan juga kebiasaan
mengerjakan tugas pelajaran agama (PR) di rumah.
5.
Perhatian
Perhatian merupakan pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada suatu objek
atau pendayagunaan kesadaran untuk menyertai suatu aktivitsa[23]
Ada bermacam-macam perhatian, di antaranya:
a.
Perhatian spontan, perhatian disengaja,
dan perhatian habitual
Perhatian spontan adalah perhatian yang tidak disengaja atau tidak didorong
kemauna. Perhatian disengaja adalah perhatian yang timbulnya didorong oleh
kemauan karena adanya tujuan tertentu. Perhatian habitual adalah kecenderungan
individu untuk memusatkan perhatian yang lain ketika berintraksi dengan dunia
sekelilingnya.
b.
Perhatian statis dan dinamis
Perhatian statis adalah perhatian yang tetap terhadap suatu objek,
perhatian dinamis adalah perhatian yang mudah berubah intensitasnya dan mudah
berpindah sasaran
c.
Perhatian konsentratif dan distributif
Perhatian konsentratif (memusat) adalah perhatian hanya ditujukan kepada
sutu objek tertentu, perhatian distributif adalah (perhatian terpancar) adalah
perhatian tertuju pada lingkup objek yang luas dan tertuju kepada
bermacam-macam objek.[24]
Perhatian
merupakan suatu aktivitas jiwa yang bertugas selektif terhadap
rangsangan-rangsangan yang sampai
pada peserta didik. Perhatian sangatlah penting dalam proses pembelajaran dan
sangat berpengaruh terhadap minat siswa
dalam belajar. Siswa yang mempunyai perhatian dalam belajar, jiwa dan pikirannya akan terfokus dengan
apa yang dipelajarinya. Guru dapat memperhatikan siswa- siswa mana yang paling memperhatikan selama pelajaran berlangsung, sehingga dapat diketahui
tingkat minat siswa terhadap pelajaran tersebut. Siswa yang berminat
pada pelajaran pendidikan agama Islam maka ia akan memusatkan perhatiannya lebih
banyak daripada siswa lainnya.
d.
Pengertian
Pendidikan Agama Islam
Dalam bahasa Indonesia, istilah pendidikan
berasal dari kata “`didik”dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “an”,
mengandung arti “perbuatan”(hal, cara atau sebagainya). Istilah pendidikan ini
semula berasal dari bahasaYunani “paedagogie”, yang berarti bimbingan
yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian ditejemahkan dalam bahasa
Inggris “education” yang berarti pengembangan atau bimbingan.[25]
Sementara Pendidikan
Agama Islam menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan jasmani-rohani
berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju kepada terbentuknya kepribadian
utama menurut ukuran-ukuran Islam.[26]
Sedangkan dalam
bukunya Muhaimin dkk. Disebutkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah usaha
sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati, dan
mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau
latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam
hubngan kerukunan antara umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan
persatuan nasioanl.[27]
Dari beberapa
pengertian pendidikan agama Islam diatas, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan pendidikan agama Islam adalah suatu proses bimbingan dan usaha sadar
untuk menyiapkan peserta didik mencapai kedewasaan dan mengamalkan ajaran agama
Islam berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Dalam firman-Nya Q.S. Al-An’aam, 6:155
وَ هذَا كِـتبٌ اَنـــْزَلْـنهُ مُـَبارَكٌ
فَاتَّـبِعُوْهُ وَ اتَّـقُوْا لَـعَلَّكُمْ تُـرْحَمُوْن
Terjemahannya:
‘Dan Al-Qur’an ini adalah kitab yang
Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu
diberi rahmat.’[28]
Menurut
Muhammad Faud Abdul Baqi Ayat di atas tidak menyebut secara
tegas bahwa Allah Al-Qur’an ini banyak berkah dan manfaat. Kedudukannya agun
karena mengandung kemaslahatan bagi agama dan dunia. Untuk itu, amalkan kandungannya.
Jangan menyalahi dan mendustakannya. Dengan demikian kalian pasti mendapat
rahmat, ridha dan surga Allah.[29]
G.
Metode
Penelitian
1)
Jenis
penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan proposal ini
adalah deskriptif, kuantitatif, menggambarkan dan menginterpresentasikan sesuai
data yang diproleh, kemudian juga menggunakan frekuensi guna perhitungan hasil
angket yang disebarkan kepada responden.
2)
Lokasi
dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakasanaka Sekolah Dasar Inpres Galangan
Kapal IV Kecamtan Tallo. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian di sekolah
ini karena Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallon merupakan
salah satu sekolah yang cukup banyak prestasi yang dicapai baik tingkat daerah
maupun nasional.
3)
Fokus
Penelitian
Fokus penelitian yang penulis akan teliti adalah Sekolah Dasar
Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Kota Makassar kelas V a,b dan VI a,b
mata pelajaran pendidikan agama Islam.
4)
Populasi
dan Sampel
Populasi adalah
wilya generalisasi yang terdiri atas : objek/subjek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.[30]
Menurut Suharsimi Arikunto populasi adalah kesuluruhan subjek atau objek
penelitian.[31]
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga
objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang
ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh
karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek/objek itu.
5)
Sampel
Sampel adalah
bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tesebut. Bila
populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada
populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti
dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang pelajari
sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu
sampel diambil dari populasi harus betul-betul refresentatif ( mewakili ).[32]
Menurut Suharsimi
Arikunto sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti.[33]
Populasi
siswa siswi Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo kelas V ab dan kelas VI ab
bejumlah 117 orang,
karena terbatasnya populasi, maka penulis
menggunakan cara sensus. Cara sensus yaitu cara mengumpulkan data
dari populasi dengan
mengambil seluruh anggota populasi itu
untuk diambil datanya. Sehingga penulis mengambil sampel sebanyak
populasi yang ada yakni berjumlah 72 orang.
Tabel 1
Sampel SD Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo
Kelas
|
Jumlah Siswa
|
Sampel
|
6 ab
|
70
|
50
|
5 ab
|
47
|
22
|
4 ab
|
57
|
-
|
3 ab
|
78
|
-
|
2 ab
|
57
|
-
|
1 abc
|
82
|
-
|
Jumlah
|
392
|
72
|
6)
Metode
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan proposal ini,
penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.
Penelitian
kepustakaan ( libray research ) yaitu penulis membaca buku-buku yang
berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.
Penelitian
lapangan ( field research ) yaitu penulis mengadakan penelitian langsung
ke objek sasaran penelitian. Adapun untuk memperoleh data-data lapangan,
penulis menggunakan teknik-teknik sebagai berikut:
1.
Observasi
Menurut Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa,
observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
berbagai proses biolagis dan psikhologis. Dua di antara yang terpenting adalah
proses-proses pengamatan dan ingatan.[34]
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data
langsung dengan mengamati secara langsung kegiantan pembelajaran di Sekolah
Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
Observasi dilakukan oleh peneliti secara langsung yaitu dengan
mengamati keadaan Se kolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo dan
kegiatan pembelajaran PAI Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan
Tallo khususnya yang berkaitan dengan minat siswa terhadap pelajaran PAI.
2.
Wawancara
Menurut Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan wawancara dapat dilakukan
secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui
tatap muka (face to face) maupun menggunakan dengan telepon.[35]
Wawancara yaitu cara pengumpulan data dengan melakukan wawancara
secara langsung dengan responden untuk memperoleh informasi mengenai minat
belajar PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo serta
informasi lain disekitar pembahasan penelitian. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah
wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang pewawancaranya menetapkan sendiri
masalah dan pertanyaan yang akan di ajukan yang meliputi:
a. Bagaimana minat siswa terhadap mata pelajaran PAI di
Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar?
b. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya
minat belajar siswa terhadap PAI di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal VI
Kecamatan Tallo Makassar ?
c. Metode apa saja
yang di lakukan guru Pendidikan Agama Islam untuk menarik minat belajar siswa
di Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar ?
Adapun
yang akan di wawancarai adalah:
1. Kepala Sekola
Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
2. Guru Pendidikan
Agama Islam di Sekolah Dasar Pendidikan Agama Islam Makassar
3. Siswa-siswi di
Sekolah Dasar Inpres Galangan kapal IV Kecamatan Tallo Makassar
4. Guru-guru kelas
3.
Angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 151) menjelaskan angket adalah
sejumlah pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi
dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia
kutahui.[36]
Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan denga cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk
dijawabanya.[37] Adapun
angket ini disebarkan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres Galangan Kapal IV
Kecamatan Tallo.
Angket bertujuan untuk memperoleh data
mengenai permasalahan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, penulis menggunakan
angket tertutup dimana penulis memberikan pertanyaan yang disertai jumlah
arternatif jawaban yang disediakan.
Tabel 2
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Tentang Minat Belajar PAI
Variabe Penelitian
|
Dimensi
|
Indokator
|
Nomor Butir soal
|
Minta
Belajar PAI
|
Keinginan
|
-Kemauan
siswa untuk belajar pendidikan agama islam
-Keinginan
untuk menguasai materi
|
1, 2
3,
4
|
Perasaan
Senang
|
-Senang terhadap mata pelajaran
PAI
-Memiliki buku pegangan
|
5, 6
7,
8
|
|
Pengetahuan
|
-Memahami
Materi pelajaran
-Menjelaskan
kembali materi yang telah disampaikan
|
9, 10
11,
12
|
|
Kebiasaan
|
-Mengulangi
pelajaran dirumah
-Membaca
buku-buku agama setiap hari
|
13, 14
15,
16
|
|
Perhatian
|
-mendengarkan
dan memperhatikan penjelasan dari guru
-Mengajukan
pertanyaan
|
17, 18
19,
20
|
7)
Metode
Pengolahan dan Analisis Data
a.
Metode
pengolahan data
Untuk mengelola data dalam penulisan ini, penulis melakukan
langkah-langkah berikut:
1.
Editing
yaitu memeriksa kelengkapan dan kejelasan angket/kuisioner yang berhasil
dikumpulkan.
2.
Scoring
yaitu tahap pemberian skor terhadap butir-butir pernyataan yang terdapat dalam
angket/kuisioner. Dalam setiap pernyataan dalam angket terdapat 4 butir jawaban
yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju, harus
dipilih oleh responden. Maka penulis melakukan perhitungan skor rata-ratanya
denga ketentuan sebagai berikut:
a.
Untuk
jawaban yang pernyataannya positif, skornya:
Sangat Setuju (SS) :
4
Setuju (S) :
3
Tidak Setuju (TS) :
2
Sangat Tidak Setuju (STS :
1[38]
3.
Tabulating
yaitu setelah diketahui setiap indikatornya,
maka seluruh data tersebut ditabulasikan dalam sebuah tabel untuk kemudian diketahui perhitungannya.
b. Analisis Data
Teknik analisis
data ialah suatu
proses penyederhanaan data dalam
bentuk yang mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan. Dalam proses seringkali
digunakan statistik. Salah satu fungsi statistik adalah menyederhanakan data
penelitian yang besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan mudah untuk
dipahami.
Data yang
berasal dari kepustakaan digunakan sebagai rumusan teori yang dijadikan pedoman
penulis untuk penelitian lapangan. Sedangkan data yang berasal dari penelitian
lapangan, disebarkan melalui angket kepada
siswa untuk minat belajar
siswa terhadap pelajaran PAI di Sekolah
Dasar Inpres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo.
Teknik analisis data penelitian ini disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai. Adapun data
yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik
analisis kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, data tersebut dirinci
dalam bentuk angka-angka yang dituangkan
dalam tabel melalui distribusi frekuensi dengan memberikan prosentase.
Sedangkan secara kualitatif, data tersebut dituangkan dengan kalimat- kalimat logis. Dalam hal ini penulis
menggunakan rumus sebagai
berikut:
1.
Pentabelan data yaitu dengan
memasukkan data ke dalam tabel yang
berisikan nomor urut, kolom alternative jawaban, dan kolom frekuensi
jawaban (P).
2.
Mencari frekuensi jawaban (F) dengan cara menjumlah setiap
jawaban.
3.
Mencari prosentase dengan rumus
sebagai berikut:
p =
Keterangan Rumus :
P = Prosentase untuk setiap
alternatif jawaban
F = Frekuensi/jumlah yang
mengisi
N = Jumlah responden
Setelah didapat hasil prosentase dari angket yang
disebarkan kepada siswa, maka akan menentukan kategori penilaian dari hasil
penelitian tersebut, penulis merumuskannya sebagai berikut:
Tabel 3
Kategori Penilaian
No.
|
Prosentase
|
Penafsiran
|
1
|
100 %
|
Seluruhnya
|
2
|
90 % - 99 %
|
Hampir
seluruhnya
|
3
|
60 % - 89 %
|
Sebagian
besar
|
4
|
51 % - 59 %
|
Lebih dari setengah
|
5
|
50 %
|
Setengahnya
|
6
|
40 % - 49 %
|
Hampir
setengahnya
|
7
|
20 % - 39 %
|
Sebagian
kecil
|
8
|
10 % - 19 %
|
Sedikit
|
9
|
0,1 % - 9 %
|
Sedikit sekali
|
10
|
0 %
|
Tidak ada sama sekali
|
Selanjutnya,
untuk mengetahui minat
belajar siswa di Sekolah Dasar
Ipres Galangan Kapal IV Kecamatan Tallo terhadap Pendidikan Agama Islam, maka penulis menghitung nilai rata-rata minat
belajar dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Mx = Σx
N
Keterangan:
Mx = Mean (rata-rata) yang dicari
Σx = Jumlah dari
skor-skor (nilai-nilai) yang
ada
N = Number of cases (Banyaknya skor-skor itu sendiri)[39]
Kemudian penulis menentukan kategori penilaian minat belajar
tersebut, di antaranya:
20 – 40 : Minat rendah
41 – 60 : Minat sedang
61 – 80 : Minat tinggi
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an Al-Karim
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, Cet. 14; Jakarta :
PT Cipta, 2010.
Budiningsih C.Asri, Belajar dan Pembelajaran Cet. 2; Jakarta
: PT Rineka Cipta, 2015.
Baqi Abdul Faud Muhammad, Tafsir Tematis Ayat-Ayat Al-Qur’an
Alhakim, Cet. I; Surabaya: Halimjaya, 2012.
Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.).
Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian, akarta:Dirjen
Dikdasmen Depdikbud RI, 1997.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Kemenag, Jakarta Timur; Lajnah
Petashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag, 2016.
Dzar Abu Muhammad, Pengaruh Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan
Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH
2005/2006 ).
Farid Hasyim H. Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Cet. I;
Malang : Madani, 2015.
Hamid Dedi, Sistem Pendidikan Nasional ( Jakarta : Lembaga
Konsultasi dan dan Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.)
Mahfud
S., Pengantar Psikologi Pedidikan, Cet. 4; Surabaya: PT. Bina Ilmu,
2001.
Sulistyorini, Muhammad Fathurrohman, Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta:
Teras, 2012.
Sumanto, Psikologi Umum,
Cet. I;Yogyakarta: PT Buku Seru, 2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Cet. 18; Bandung :
Alfabeta, 2013.
Sudijono Anas, Pengantar
Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008.
Tim
Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Jakart: PT
Gramedia, 2015.
Uttoko, Pengaruh Minat
Belajar Pendidikan Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto
Wonogiri 2013.
http://pengertian-definisi-adalah.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-pengetahuan-menurut-para-ahli.html. Diakses pada tanggal 8 Desember 2016.
http://digilib.uinsby.ac.id/7788/6/bab%203.pdf. Diakse pada tanggal 3 November 2016.
www.sinarberita.com/2013/11/faktor-faktor-yang-menghambat-dan.html. Diakses pada tanggal 11 Desember 2016.
[1] Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan
Nasional, (Cet. IV; Jakarta: Sinar Grafika, 2010), h. 2.
[2] C.Asri
Budiningsih, Belajar dan Pembelajaran (Cet. 2; Jakarta : PT Rineka Cipta, 2015), h.20.
[3] Dedi Hamid, Sistem
Pendidikan Nasional ( Jakarta : Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Durat Bahagia, T.Th.), h.1.
[4] Muhammad
Fathurrohman, Sulistyorini, Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta:
Teras, 2012), h.173.
[5] Sumanto, Psikologi Umum ( Cet. I;Yogyakarta: PT
Buku Seru, 2014 ), h.82.
[6] C.Asri Budiningsih, op.cit., h.73.
[7] Hasyim H.
Farid Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Cet. I; Malang : Madani, 2015 ),
h. 49.
[8] Uttoko,
Pengaruh Minat Belajar Pendidikan
Agama Islam Terhadap Akhlak Siswa SMP Negeri 3 Bulukerto Wonogiri ( 2013 )
[9] Muhammad Abu Dzar, Pengaruh
Minat Belajar Terhadap Prestasi Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD ( Studi
Kasus Siswa Kelas 5 SD Al-Irsyad Surakarta TH 2005/2006 ).
[10] Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar
Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, (Jakart: PT Gramedia, 2015), h. 916.
[11] Depdikbud, Pembinaan Minat Baca, Materi Sajian,
(Jakarta:Dirjen Dikdasmen Depdikbud RI, 1997), h. 6.
[13] Muhammad Fathurrohman, op.cit., h. 173.
[14]C.Asri Budiningsih, op.cit., h. 21.
[15] Sumanto, op.cit.,
h. 82.
[16] Ibid.,
h. 83.
[17] Ibid.,
h. 84.
[18] www.sinarberita.com/2013/11/faktor-faktor-yang-menghambat-dan.html. Diakses pada tanggal 11 Desember 2016.
[19] Sumanto, op.cit.,
h.155.
[20] Ibid.,
h. 149.
[21] http://pengertian-definisi-adalah.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-pengetahuan-menurut-para-ahli.html. Diakses pada
tanggal 8 Desember 2016.
[22] Sumanto, op.cit.,
h. 154.
[23] Ibid.,
h. 158.
[24] Ibid.,
h. 160.
[26] Hasyim H.
Farid, op.cit., h. 49.
[27] Ibid., h.
49.
[28] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Kemenag, (Jakarta Timur; Lajnah Petashihan Mushaf Al-Qur’an
Kemenag, 2016), h. 149.
[29] Muhammad Faud
Abdul Baqi, Tafsir Tematis Ayat-Ayat Al-Qur’an Alhakim, (Cet. I;
Surabaya: Halimjaya, 2012 ), h. 31.
[30] Sugiyono, Metode
Penelitian Pendidikan ( Cet. 18; Bandung : Alfabeta, 2013 ), h. 117.
[31] Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian ( Cet. 14; Jakarta : PT Cipta, 2010 ), h.
173.
[32] Sugiyono, op.cit.
118.
[33] Suharsimi
Arikunto, op.cit. 174.
[35] Sugiyono, op.cit.
h. 194.
[37] Ibid., h.
199.
[38] Ibid., h.
136.
[39] Anas Sudijono,
Pengantar Statistik Pendidikan, (
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 85